:: Sakit Demam Berdarah – kalah sama nyamuk ::

Kronologis :

1. Selasa, 27 Maret 2007, badan meriang, menggigil keras, sampai larut malam, minum obat ‘Sumagesic'(-merk dagang).

2. Rabu, 28 Maret 2007, panas turun, badan tetep gak enak, nafsu makan agak berkurang, tidur di kantor sampai sore.

3. Kamis, 29 Maret 2007, sudah gak panas, pergi ke Batu, pulang jam 10 malam.

4. Jumat, 30 Maret 2007, panas naik lagi, gak bisa berpikir, badan lemas, sakit semua.

5. Jumat, malemnya pergi ke dokter, dikasi obat turun panas aja, sama vitamin.

6. Sabtu, 31 Maret 2007, panas turun, tapi badan tetep gak enak, tiduran aja di rumah sampe sore, terus cek darah ke Lab. Hasil lab, trombosit ‘termasuk’ normal namun turun 151.000. hehehehe… tanda-tanda demam berdarah.

7. Sabtu, malemnya, tidur dan makan bubur, nonton Avatar sampe malem.

8. Minggu, 1 April 2007, sudah gak demam, gak pening, gak apa-apa, tapi badan lemes banget, seperti abis naik gunung, terus begitu mau mandi, badan kok merah-merah, terus gak jadi mandi, minum ‘pocari sweat'(-merk dagang) sama jus jambu klutuhuk merah.

9. Senin, 2 April 2007, kantor nelpon, nanyain kondisi, badan tetep lemes, gatel2 seluruh tubuh, disuruh cek darah lagi, langsung ke lab untuk cek darah, dianter ama Dayak (-alias Candra, ini bukan merk dagang lho).

10. Senin, sore, hasil lab keluar, trombosit turun lagi sampe 129.000, wah gawat, mas Reza langsung nyuruh opname, duh, kata-kata yang mengerikan, opname, dengan infus di tangan, hehehehe…

11. Pertama ke dokter di Lavalette, kata dokter disana harus di-opname(-bukan merk dagang, tapi kata-kata yang aku benci). tapi karena gak dapet kamar, akhirnya pindah ke rumah sakit lainnya.

12. Senin, menjelang maghrib, ke Rumah Sakit Islam Aisyiah di Kasin(-bukan di Sukun), dokter jaganya istrinya mas Nurudin, tapi tetep hasilnya sama, opname(-sekali lagi bukan merk dagang), hiks, sama mas Reza, langsung pesen kamar, Candra dan Ayu, akhirnya dapet kamar, pasang infus, naek kursi roda, dianter ke kamar deh, diem di sana sampe agak malem, pertama masuk, dapet kamar kelas 2, isinya 3 pasien, pasien yang sebelahku gangguan fungsi hati, karena tidak banyak minum dan terlalu capek bekerja, sedangkan pasien yang lainnya, maaf TBC(-bukan merk dagang, tapi penyakit), duh serem banget.

13. Senin, malem, pindah kamar ke kamar kelas 1, di bawah, 1 kamar 1 pasien, hehehe… mirip kamar hotel, tapi dengan perlengkapan rumah sakit, hiii…. Alfa ama Hendi dateng jenguk.

14. Selasa, trombosit turun 120.000, Nia, QQ, Mbak Dany, mbak Vivi dateng jenguk.

15. Rabu, trombosit naik 150.000, Bro, mas Dian, mas Nanang, temen2 kosannya Ayu, dateng jenguk.

16. Kamis, trombosit naik 196.000, mas Bisma, mas Wawan, Hans, Yaumil, Fajar, mas Bayu, Nisa, Rudi, temen2 KMHDI, Mo, Ciko, Rein, Agus, dateng jenguk.

17. Pulang deh…

[Pengalaman yang buruk tak terlupakan, jaga kebersihan dan kesehatan]

[makasi buat Meti, yang tiap hari nemenin nginep, hehehehe..]

:: Terminal ::

Kemarin sore nganter ke terminal Arjosari, sepanjang jalan kehujanan, terus di daerah pembangunan ‘fly over’, macem banget, jadinya ambil inisiatif, puter balik ke arah pasar Belimbing, terus masuk ke Araya. akhirnya sampai di terminal tepat waktu…

:: Sonata Artica – Tallulah Lyrics ::

Sonata Artica – Tallulah Lyrics

Remember when we used to look how sun set far
away?
And how you said: "this is never over"
I believed your every word and I quess you did too
But now you´re saying :
"hey, let´s think this over"

You take my hand and pull me next to you,

so close to you I have a feeling you
don´t have the words
I found one for you, kiss your cheak,
say bye, and walk away
Don´t look back cause I am crying

I remember little things,

you hardly
ever do
Tell me why.
I don´t know why it´s over
I
remember shooting stars,

 the walk we took that
night
I hope your wish came true,

mine betrayed
me

You let my hand go,

and you fake a
smile for me
I have a feeling

you don´t know
what to do
I look deep in your eyes,

hesitate a
while...
Why are you crying?

Tallulah,

It´s easier to live alone

than fear the time
it´s over
Tallulah,

find the words and talk to
me ,oh,

Tallulah,
This could be... heaven

I see you walking hand in hand

with
long-haired drummer of the band
In love with her or so it
seems,

 he´s dancing with my beauty queen
Don´t
even dare to say you hi,

 still swallowing the
goodbye
But I know the feelings still alive-

still alive

I lost my patience once,

so do you punish me now
I´ll always love you,

no matter what you do
I´ll win you back for me

if you give me a chance
But there is one thing you must
understand

Tallulah,

It´s easier to live
alone

than fear the time it´s over
Tallulah,

find the words and talk to me ,oh,

Tallulah,
This could be...

Tallulah,

It´s easier to live alone

than fear the time
it´s over
Tallulah,

find the words and talk to
me ,oh,

Tallulah,
This could be...