:: Jenaka dari Serambi Mekah ::

Ini adalah lelucon ringan yang saya dapat dari sebuah situs pertemanan. Situs pertemanan? iya, saya masih sering membuak situs ini, hanya sebagai media iklan, hehehehehe… biasa, untuk promosi situs ini tergolong efektif dan efisien, terimakasih situs pertemanan.
Begini kisahnya :
Ada seorang bapak asal Aceh dari kabupaten Pidie, menulis surat ke anaknya yang ada dipenjara Nusa Kambangan karena dituduh terlibat GAM (Gerakan Aceh Merdeka).

Bunyi surat tersebut : “Hasan, bapakmu ini sudah tua, sekarang sedang musim tanam jagung, dan kamu ditahan di penjara pula, siapa yang mau bantu bapak mencangkul kebun jagung ini?”
Eh, anaknya membalas surat itu beberapa minggu kemudian. “Demi Tuhan, jangan cangkul itu kebun, saya tanam senjata di sana,” kata si anak dalam surat itu.
Rupanya surat itu disensor pihak rumah tahanan, maka keesokan harinya setelah si bapak terima surat, datang satu peleton tentara dari kota Medan.
Tanpa banyak bicara mereka segera ke kebun jagung dan sibuk seharian mencangkul tanah di kebun tersebut. Setelah mereka pergi, kembali si bapak tulis surat ke anaknya.
“Hasan, setelah bapak terima suratmu, datang satu peleton tentara mencari senjata di kebun jagung kita, namun tanpa hasil. Apa yang harus bapak lakukan sekarang?”
Si anak kembali membalas surat tersebut, “Sekarang bapak mulai tanam jagung aja, kan udah dicangkul sama tentara, dan jangan lupa ngucapin terima kasih sama mereka.”
Pihak rumah tahanan yang menyensor surat ini langsung pingsan.

*:))*

jelas ini adalah fiktif belaka, tapi ternyata dari sebuah ketegangan bisa dibuat lelucon juga, ini mengingatkan kita akan adanya sebuah rencana dari segala hal, dan selalu ada jalan keluar untuk semua masalah. hehehehehe… piss men…

2 thoughts on “:: Jenaka dari Serambi Mekah ::

Comments are closed.