:: Pemilihan Gubernur Bali ::

Pemilihan Kepala Daerah tingkat Propinsi Bali yang akan diadakan pada tanggal 9 Juli 2008 nanti, dipastikan berlangsung dengan ketat. Dari sekian banyak pasangan bakal calon, akhirnya terpilih tiga pasangan yang lolos babak kualifikasi, hehehehe… mirip piala Euro aja… yaitu pasangan pertama Winasa dan Alit Putra yang dijagokan oleh Partai Demokrat, yang kedua Cok Budi Suryawan dan Nyoman Gede Suweta yang dijagokan oleh Partai Golkar, dan pasangan ketiga adalah Mangku Pastika dan Puspayoga yang dijagokan oleh PDI Perjuangan.


Kelebihan dan kekurangan masing-masing pasangan pastilah ada, namanya juga manusia, seperti pasangan pertama, dengan kelebihan seperti Winasa yang sudah memiliki pengalaman memimpin pada saat menjabat sebagai Kepala Daerah tingkat Kabupaten di Kabupaten Jembrana, dengan program sekolah gratisnya, kemudian pasangan kedua, Cok Budi Suryawan, yang sudah berhasil mengusung kebudayaan bali, dan pasangan ketiga Mangku Pastika yang telah membuktikan kemampuan dan ketegasannya dalam membasmi teroris. Untuk kekurangannya, saya tidak tahu pasti, bisa anda lihat dari pengalaman anda sendiri. Manakah yang akan anda pilih, keputusan tetap berada di tangan anda, tapi harus dipastikan yang anda pilih adalah benar-benar calon pemimpin yang mampu mendengarkan dan menyalurkan aspirasi rakyat demi kepentingan rakyat. Karena selama ini, banyak pemimpin, tidak hanya Gubernur, tapi juga Kepala Desa, Kepala Lurah, Kepala Camat, sampai Presiden, masih belum mampu mendengarkan dan hanya memberikan janji yang kosong alias tidak berisi, atau kata lain menipu rakyat. Dan hal ini sudah berulang kali dilakukan, jadi rakyat kurang percaya pada pilihannya pada akhirnya, selain itu, pemimpin yang terpilih atau pun yang akan terpilih, belajar banyak dari pemimpin-pemimpin yang terdahulu, seperti kata pepatah, people learn what people do, yang artinya orang-orang cenderung latah dan meniru perilaku orang-orang lain di sekitarnya. Dikuatkan lagi oleh pepatah, bergaul dengan pencuri kalau ingin menjadi pencuri, jadi kalau mau mendapatkan pemimpin yang baik dan akurat, pemimpin tersebut harus kita dapatkan dari orang-orang dengan pergaulan yang baik dan akurat juga. Dan kalau sudah kita dapatkan pemimpin yang demikian, apakah bisa kita ‘menggunakan’ pemimpin tersebut di lingkungan yang kebanyakan orang-orangnya sudah menganggap kalau janji dengan rakyat boleh tidak ditepati? Ini bergantung pada sikap dan konsistensi pemimpin tersebut. Right man in the right place at the right time, bisa jadi wrong man in the right place at the right time hanya karena pergaulan, sekali lagi ini membuktikan bahwa pada dasarnya manusia itu latah, dan latah inilah yang menjadikan suatu trend di masyarakat, yah contohnya pada pemilihan Kepala Daerah ini, juga memanfaatkan sifat latah dasar manusia. Pada kampanye, secara besar-besaran, di media cetak, di media elektronik, di internet, di baliho-baliho pinggir jalan, di baju kaos, di stiker tempel, di tiang listrik, di kaca angkutan kota, di WC umum, bahkan di kafe-kafe, nah yang terakhir ini pasti kampanye sekalian nongkrong, hehehehe…

Kembali lagi pada pemilihan Kepala Daerah, dihimbau kepada semua golongan pemilih, sebaiknya putuskan dan pikirkan, hmmmm, kebalik, pikirkan dan putuskan siapa yang akan anda pilih sejak sekarang, karena sekali salah pilih, efeknya tidak hanya kepada sebagian penduduk provinsi Bali, tapi juga berpengaruh ke seluruh dunia. Selamat memilih, semoga sukses.

*NB: btw, saya tidak bisa memilih karena saya terlambat mendaftarkan diri untuk pemilihan, hehehehehe… jangan contoh saya, ini adalah contoh warganegara yang buruk…
mohon diperhatikan, ini adalah pengamatan independen tidak memihak… kalo ada tulisan yang salah, itu benar-benar kekeliruan… bukan disengaja… mohon maaf…