:: Just for Laugh ::

Tiga orang naik mobil: seorang teknisi hardware, system analyst, dan programmer. System analyst menyetir dan ketika mereka menuruni gunung dia menemukan bahwa remnya blong dan mobil melaju di luar kendali.

Akhirnya dia menarik rem darurat, menurunkan gigi, dan menggesekkan rodanya pada semak-semak di samping jalan. Akhirnya dia berhasil menghentikan mobilnya. Ketiganya keluar dari mobil dan menganalisa situasinya.

Teknisi hardware: “Mari kita mencoba memperbaikinya. Saya akan merangkak ke bawah mobil dan melihatnya.”

System analyst: “Tidak. Kukira kita harus mencari seseoarang yang ahli untuk memperbaikinya, terutama spesialis rem.”

Programmer: “Mengapa kita tidak kembali ke tempat semula, dan mengulanginya untuk mengetahui apakah kejadian tadi akan terulang lagi untuk mengetahui letak errornya?”


dari ketawa.com
http://blog.cybermogi.net

:: Seorang Anak Berusia 7 tahun Melakukan yang Terbaik ::

Di sebuah kota di California, tinggal seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun yang bernama Luke. Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim bisbol di kotanya yang bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain yang hebat. Pada setiap pertandingan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi pemain cadangan. Akan tetapi, ibunya selalu hadir di setiap pertandingan untuk bersorak dan memberikan semangat saat Luke dapat memukul bola maupun tidak.

Kehidupan Sherri Collins, ibu Luke, sangat tidak mudah. Ia menikah dengan kekasih hatinya saat masih kuliah. Kehidupan mereka berdua setelah pernikahan berjalan seperti cerita dalam buku-buku roman. Namun, keadaan itu hanya berlangsung sampai pada musim dingin saat Luke berusia tiga tahun. Pada musim dingin, di jalan yang berlapis es, suami Sherri meninggal karena mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan. Saat itu, ia dalam perjalanan pulang dari pekerjaan paruh waktu yang biasa dilakukannya pada malam hari.

“Aku tidak akan menikah lagi,” kata Sherri kepada ibunya. “Tidak ada yang dapat mencintaiku seperti dia”.
“Kau tidak perlu menyakinkanku,” sahut ibunya sambil tersenyum. Ia adalah seorang janda dan selalu memberikan nasihat yang dapat membuat Sherri merasa nyaman. “Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya memiliki satu orang saja yang sangat istimewa bagi dirinya dan tidak ingin terpisahkan untuk selama-lamanya. Namun jika salah satu dari mereka pergi, akan lebih baik bagi yang ditinggalkan untuk tetap sendiri daripada ia memaksakan mencari penggantinya.”

Sherri sangat bersyukur bahwa ia tidak sendirian. Ibunya pindah untuk tinggal bersamanya. Bersama-sama,mereka berdua merawat Luke. Apapun masalah yg dihadapi anaknya, Sherri selalu memberikan dukungan sehingga Luke akan selalu bersikap optimis. Setelah Luke kehilangan seorang ayah, ibunya juga selalu berusaha menjadi seorang ayah bagi Luke.

Pertandingan demi pertandingan, minggu demi minggu, Sherri selalu datang dan bersorak-sorai untuk memberikan dukungan kepada Luke, meskipun ia hanya bermain beberapa menit saja. Suatu hari, Luke datang ke pertandingan seorang diri.

“Pelatih”, panggilnya. “Bisakah aku bermain dalam pertandingan ini sekarang? Ini sangat penting bagiku. Aku mohon?”

Pelatih mempertimbangkan keinginan Luke. Luke masih kurang dapat bekerja sama antar pemain. Namun dalam pertandingan sebelumnya, Luke berhasil memukul bola dan mengayunkan tongkatnya searah dengan arah datangnya bola. Pelatih kagum tentang kesabaran dan sportivitas Luke, dan Luke tampak berlatih extra keras dalam beberapa hari ini.

“Tentu,” jawabnya sambil mengangkat bahu, kemudian ditariknya topi merah Luke. “Kamu dapat bermain hari ini. Sekarang, lakukan pemanasan dahulu.”

Hati Luke bergetar saat ia diperbolehkan untuk bermain. Sore itu, ia bermain dengan sepenuh hatinya. Ia berhasil melakukan home run dan mencetak dua single. Ia pun berhasil menangkap bola yang sedang melayang sehingga membuat timnya berhasil memenangkan pertandingan.

Tentu saja pelatih sangat kagum melihatnya. Ia belum pernah melihat Luke bermain sebaik itu. Setelah pertandingan, pelatih menarik Luke ke pinggir lapangan. “Pertandingan yang sangat mengagumkan,” katanya kepada Luke. “Aku tidak pernah melihatmu bermain sebaik sekarang ini sebelumnya. Apa yang membuatmu jadi begini?”

Luke tersenyum dan pelatih melihat kedua mata anak itu mulai penuh oleh air mata kebahagiaan. Luke menangis tersedu-sedu. Sambil sesunggukan, ia berkata “Pelatih, ayahku sudah lama sekali meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Ibuku sangat sedih. Ia buta dan tidak dapat berjalan dengan baik, akibat kecelakaan itu, tetapi ia selalu menemaniku dalam setiap pertandingan. Namun Minggu lalu, Ibuku meninggal dunia” Luke kembali menangis.

Kemudian Luke menghapus air matanya, dan melanjutkan ceritanya dengan terbata-bata “Hari ini, …hari ini adalah pertama kalinya kedua orangtuaku dari surga datang pada pertandingan ini untuk bersama-sama melihatku bermain. Dan aku tentu saja tidak akan mengecewakan mereka…” Luke kembali menangis terisak-isak.

Sang pelatih sadar bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat, dengan mengizinkan Luke bermain sebagai pemain utama hari ini. Sang pelatih yang berkepribadian sekuat baja, tertegun beberapa saat. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun untuk menenangkan Luke yang masih menangis. Tiba-tiba, baja itu meleleh. Sang pelatih tidak mampu menahan perasaannya sendiri, air mata mengalir dari kedua matanya, bukan sebagai seorang pelatih, tetapi sebagai seorang anak…

Sang pelatih sangat tergugah dengan cerita Luke, ia sadar bahwa dalam hal ini, ia belajar banyak dari Luke. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan orang tuanya, walaupun ayah dan ibunya sudah pergi selamanya… Luke baru saja kehilangan seorang Ibu yang begitu mencintainya…

Sang pelatih sadar, bahwa ia beruntung ayah dan ibunya masih ada. Mulai saat itu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua orangtuanya, membahagiakan mereka,membagikan lebih banyak cinta dan kasih untuk mereka. Dia menyadari bahwa waktu sangat berharga, atau ia akan menyesal seumur hidupnya…


Kisah ini dikutip dari buku “Gifts From The Heart for Women” karangan Karen Kingsbury; dan disebarkan melalui milis/forum diskusi.
http://blog.cybermogi.net

:: my PR was decreased ::

Yeah, that is right, this morning I have checked my blog (Mogi on BlogMood.2 a.k.a http://blog.cybermogi.net) and found that my pagerank was decreased from 4 to 3, hahahaha… I think that just because my last article about Google and Bing, I compared my default search engine, Google and Bing. In that article’s conclusion, I said that Bing is better than Google. But I hope, Google will do self introspection and self analysis to its graphical user interface and its application flows, because as far as I see (and use), I found that Google was never improve its user interface, and its application flows was really really bad. Users (common users that do not know about Internet or computer) can not decide and can not see the different between advertise links and search result links in the result page. As long as I see, users (the common users) always clicks only the top one or two link when they search for something in Google result page, because they think this link is the best result (of course because the links has different background color and different border). The users was trapped by Google user interface and application flow.

I only wish, perhaps Google someday will fix that and improve its weakness. I know that Google has great a lot of scientists and programmers around the world, has a lot of user interface expert, and has gigantic budget to develop Internet over the world. Thanks for Google.

:: Google (vs) dan Bing ::

Sudah lama saya tidak menggunakan Google, sejak 2 bulan yang lalu saya memutuskan untuk mengubah default search engine di Firefox saya menjadi Bing, bukan karena membenci Google, tapi saya ingin merasa Bing memiliki aplikasi dan (tampilan) web service yang lebih baik dari Google.

Banyak alasan yang membuat saya menggunakan Bing daripada Google, beberapa di antaranya adalah Bing memiliki variasi gambar latar yang menarik, dibandingkan Google yang polos, selain lebih dapat menikmati gambar, mata saya menjadi lebih segar, hehehe.. dan juga bisa belajar teknik pengambilan sudut fotografi (angle taking).
Dilihat dari sisi pencarian yang pernah saya gunakan, hasil Bing lebih variatif, namun akurat dibandingkan Google yang melulu diawali dengan iklan paling atas, dan pada Bing kategori pencarian pun lebih terfokus jika dibandingkan dengan Google, misalnya kita mencari dengan kata kunci “Villa Bali” atau “Bali Hotel”, Bing akan mengelompokkannya sesuai dengan kategori yang kemungkinan sesuai, misalnya Hotel, travel, tourist information, berbeda dengan Google yang mencampur adukkan semua hasil pencarian. Jelas dapat dilihat bahwa algoritma pencarian Bing dan Google sangat berbeda.
Kemudian dari aplikasi web-nya (hanya search engine), Bing lebih maju selangkat (pada awalnya, karena saat ini Google berusaha menyamainya), misalnya pada tampilan aplikasinya, Bing memiliki user interface yang sangat interaktif dan nyaman, terbukti dari tampilan penelusuran gambar atau image searching yang menyerupai image viewer, keren kan? (dan akhirnya Google menirukannya juga).

Saya rasa cukup sudah membicarakan Bing dan Google, semua tulisan di atas hanyalah pandangan subjektif dari saya, tidak ada unsur yang lain, kecuali penilaian seorang user search engine seperti saya (yang masih awam dalam Internet). Namun untuk aplikasi lainnya, saya masih tetap menggunakan Google, example: Google Earth, Google Maps, Gmail, Google Scholar, Google Code, dan pengembangan dalam Google Labs.

Thanks for Google and Bing for your innovation and contribution to Internet Technology and human race.
http://blog.cybermogi.net

:: Gayus sudah kita kenal sejak lama ::

Belakangan ini di berbagai media massa, baik media cetak atau pun elektronik (televisi, radio, atau komputer -baca:internet) sering termuat berita mengenai Gayus, Gayus dan Gayus. Bahkan di salah satu media televisi, ada penyiar yang membacakan berita dengan menyebutkan Gayus dengan kata ganti “Beliau”, wah berarti Gayus ini yang pasti adalah seseorang.

Namun jauh sebelum pemberitaan ini, Gayus sebenarnya telah lama kita kenal, salah satunya adalah lewat bahasa gaul anak-anak, sering terdengar bila seseorang menganggap sebuah lelucon itu tidak lucu maka akan terdengar teriakan “huuuuuuu gayus kamu…!!!”. Selain itu, Agnes Monika juga pernah mengiklankan di televisi untuk sebuah produk minuman dingin, dengan jingle yang terkenal “Semua suka gayus….!!!”. Pernahkah anda mendengar itu?

Nah, sekarang ini, Gayus mulai terkenal lagi… lebih-lebih karena wajahnya mirip seorang presenter yang naik daun dulu, yang terkenal dengan kata-kata ‘katrok’ dan ‘kembali ke leptok’.

Ini adalah contoh cerita dan posting blog yang GAYUS.

:: Fields Of Gold – Sting ::

You’ll remember me when the west wind moves
Upon the fields of barley
You’ll forget the sun in his jealous sky
As we walk in the fields of gold

So she took her love
For to gaze awhile
Upon the fields of barley
In his arms she fell as her hair came down
Among the fields of gold

Will you stay with me, will you be my love
Among the fields of barley
We’ll forget the sun in his jealous sky
As we lie in the fields of gold

See the west wind move like a lover so
Upon the fields of barley
Feel her body rise when you kiss her mouth
Among the fields of gold
I never made promises lightly
And there have been some that I’ve broken
But I swear in the days still left
We’ll walk in the fields of gold
We’ll walk in the fields of gold

Many years have passed since those summer days
Among the fields of barley
See the children run as the sun goes down
Among the fields of gold
You’ll remember me when the west wind moves
Upon the fields of barley
You can tell the sun in his jealous sky
When we walked in the fields of gold
When we walked in the fields of gold
When we walked in the fields of gold

*nice song…

:: Tertawa sejenak ::

Ada seorang gadis cantik, dia sedang dalam perjalanan menuju ke kantor, di angkutan umum dia bertemu seorang ibu muda yang tidak kalah cantik dengannya. Iseng si gadis pun bertanya:

Gadis : “Bu, apakah ibu sudah berkeluarga?”
Ibu : “Sudah.”
Gadis : “Sudah punya anak?”
Ibu : “Oh ya, Anak laki-laki.”
Gadis : “Wow cowok. Apakah ia merokok?”
Ibu : “Tidak dong…”
Gadis : “Apakah ia minum minuman keras?”
Ibu : “Setetes pun tidak.”
Gadis : “Suka main cewe ga?”
Ibu : “Jangan sampe…”

Si gadis pun tertarik, tipe dia banget tuh cowok.

Gadis : “Ah, jarang sekali ada cowo seperti itu di jaman sekarang, ngomong-ngomong usia anak ibu berapa?”
Ibu : “Oooo, kemaren dia baru merayakan ulang tahunnya yang pertama…”
Gadis : “oooooowwwhhh….!!!”