:: Jenius? ::

Jenius adalah 1% inspirasi. Dan 99% kerja keras.

(Thomas A. Edison, Pencipta dan pendiri Edison Electric Light Company)

CATATAN: Walaupun Edison dikenal dengan banyak ciptaannya, kontribusi terbesarnya adalah stasiun pembangkit listrik pertama. Sukses yang luar biasa itu membuatnya mendirikan Edison Electric Light Company yang kemudian hari bergabung dengan General Electric Company.

:: Tentang lagu Agnes Monica – Karena Kusanggup ::

Tentang lagu Agnes Monica yang berjudul Karena Kusanggup, ternyata lumayan menghibur, tapi yang aku alami adalah

“Karena kusanggup tapi kau tak mau…“.

Hahahahaha… lucu deh… Hidup memang penuh perjuangan, tapi hidup juga anugerah Tuhan, dan harus dinikmati.

Mungkin bagiku, menjalani hidup ini seperti perjalanan mendaki gunung, penuh tanjakan, kadang harus menuruni lembah dan mengatur kecepatan, agar tidak kehabisan tenaga, tapi di puncak akan didapatkan pemandangan yang luar biasa, yang dapat kita nikmati sejenak.

Tapi kita tidak boleh terlena, dan harus melanjutkan perjuangan untuk kembali lagi, kadang melewati jalan yang sama, tapi kadang melewati jalan yang berbeda, dan pastinya jalan itu menanjak, menurun dan tetap harus mengatur kecepatan agar tidak kehabisan tenaga.

[BJ Building]
[http://blog.cybermogi.net]

:: Anger Management ::

Dahulu ada seorang anak yang suka marah-marah dalam arti kata tak pandai mengendalikan emosi. Pokoknya MARAH itulah kamus sehari-harinya, padahal orangtuanya adalah orang yg bijaksana & penyabar.

Suatu hari oleh Bapaknya yang sangat bijak itu, anak tersebut dinasehati dan disarankan setiap kali anak tersebut marah, agar memakukan sebuah paku di pagar halaman rumahnya.

Dalam sehari banyak sekali paku nempel di pagar rumahnya. Hingga dalam sebulan sudah banyak sekali paku paku tersebut nempel di situ.

Anaknya berkata kepada ayahnya, “Pak, saya sudah mengerjakannya dengan baik”.
Ayahnya kembali berkata, “Wahai anakku, mulai saat ini. Jika kamu bisa menahan amarahmu maka cabutlah satu paku di pagar tersebut”.

Hari berganti hari, ternyata anak itu merasa lebih gampang menahan amarahnya daripada memaku di pagar rumahnya. Lama-lama paku tersebut mulai berkurang dan berkurang terus sampai paku tersebut hilang sama sekali.
Dan anak itupun berkata, “Pak ternyata saya sudah bisa menahan amarah saya”.
Sang bapak pun berkata, “Wahai anakku memang kamu sudah bisa menahan amarahmu, tapi lihatlah kayu-kayu itu berlubang akibat paku tersebut. Demikian juga manusia yang pernah tersinggung dan terluka disaat menerima amarahmu, takkan hilang begitu saja kan? Nah mulai saat ini berhati-hatilah bicara… anakku…”

Jangan pernah putus asa dan menyerah. Karena apabila anda tidak pernah menyerah, berarti anda tidak pernah kalah. (Ted Turner, pendiri Turner Broadcasting System).

CATATAN: Ted Turner memulai membangun istananya dari bisnis papan reklame. Dia menggunakannya untuk membeli stasiun TV yang sedang menurun dan mengubahnya menjadi sangat sukses. Hasilnya dia belikan Atlanta Braves, memulai CNN dan mengambil alih MGM.

NB:
Kisah ini bisa anda terapkan dalam hidup anda paling tidak sedikit membantu anda dalam mengendalikan emosi. Jika anda merasakan hikmahnya beritahukan kepada yang lain. Beritahukan pada yang lain itulah inti sebuah ajaran. Kalau sekiranya selama ini saya pernah marah kepada anda, mohon dimaafkan, karena saya juga sedang belajar bagaimana menahan emosi dan membuang jauh rasa marah.

:: tentang Kasus Ariel Peter Pan, Luna Maya dan Cut Tari ::

Pendapat saya mengenai kasus ini adalah:

  1. Mereka juga manusia, setiap manusia mempunyai hak asasi. Jangan pernah menganggap mereka kurang atau lebih dari itu, bijaksanalah.
  2. Mereka juga manusia, setiap manusia pernah melakukan atau mempunyai kesalahan, besar kecilnya kesalahan yang diperbuat itu Tuhanlah yang berhak menentukan.
  3. Mereka juga manusia, setiap manusia pernah melakukan atau mempunyai kesalahan, jika kesalahan tersebut telah menyebabkan kerugian di pihak lain, maka hukumlah yang harus ditegakkan.
  4. Mereka juga manusia, setiap manusia pernah melakukan atau mempunyai kesalahan, jangan mengganggap diri sendiri yang paling benar atau tidak pernah melakukan perihal dan perilaku demikian.
  5. Mereka juga manusia, yang kadang kala tidak dapat menahan emosi jika berada dalam kondisi yang tidak prima, jadi jangan paksa-paksa mereka untuk melayani anda.
  6. Mereka juga manusia, kejadian atas perbuatan yang mungkin mereka lakukan itu hanyalah sebagian kecil dari permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi di dalam masyarakat kita (Indonesia), jadi sadarlah, taruhlah porsi yang sesuai untuk permasalahan ini, jangan berlebihan (jangan lebay!!!-kata bahasa gaul).
  7. Mereka juga manusia, sadarlah akan hal itu!

Tulisan ini diketik karena jenuhnya pikiran saya atas kejadian ini, padahal terdapat banyak pembahasan yang lebih penting yang menyangkut negara dan bangsa ini yang akhirnya tidak kita perhatikan karena porsi perhatian kita yang berlebihan terhadap kasus ini.

(July 3rd, 2010, at Anom’s House in Central Balinize Headquarter)

:: Seorang Anak Berusia 7 tahun Melakukan yang Terbaik ::

Di sebuah kota di California, tinggal seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun yang bernama Luke. Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim bisbol di kotanya yang bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain yang hebat. Pada setiap pertandingan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi pemain cadangan. Akan tetapi, ibunya selalu hadir di setiap pertandingan untuk bersorak dan memberikan semangat saat Luke dapat memukul bola maupun tidak.

Kehidupan Sherri Collins, ibu Luke, sangat tidak mudah. Ia menikah dengan kekasih hatinya saat masih kuliah. Kehidupan mereka berdua setelah pernikahan berjalan seperti cerita dalam buku-buku roman. Namun, keadaan itu hanya berlangsung sampai pada musim dingin saat Luke berusia tiga tahun. Pada musim dingin, di jalan yang berlapis es, suami Sherri meninggal karena mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan. Saat itu, ia dalam perjalanan pulang dari pekerjaan paruh waktu yang biasa dilakukannya pada malam hari.

“Aku tidak akan menikah lagi,” kata Sherri kepada ibunya. “Tidak ada yang dapat mencintaiku seperti dia”.
“Kau tidak perlu menyakinkanku,” sahut ibunya sambil tersenyum. Ia adalah seorang janda dan selalu memberikan nasihat yang dapat membuat Sherri merasa nyaman. “Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya memiliki satu orang saja yang sangat istimewa bagi dirinya dan tidak ingin terpisahkan untuk selama-lamanya. Namun jika salah satu dari mereka pergi, akan lebih baik bagi yang ditinggalkan untuk tetap sendiri daripada ia memaksakan mencari penggantinya.”

Sherri sangat bersyukur bahwa ia tidak sendirian. Ibunya pindah untuk tinggal bersamanya. Bersama-sama,mereka berdua merawat Luke. Apapun masalah yg dihadapi anaknya, Sherri selalu memberikan dukungan sehingga Luke akan selalu bersikap optimis. Setelah Luke kehilangan seorang ayah, ibunya juga selalu berusaha menjadi seorang ayah bagi Luke.

Pertandingan demi pertandingan, minggu demi minggu, Sherri selalu datang dan bersorak-sorai untuk memberikan dukungan kepada Luke, meskipun ia hanya bermain beberapa menit saja. Suatu hari, Luke datang ke pertandingan seorang diri.

“Pelatih”, panggilnya. “Bisakah aku bermain dalam pertandingan ini sekarang? Ini sangat penting bagiku. Aku mohon?”

Pelatih mempertimbangkan keinginan Luke. Luke masih kurang dapat bekerja sama antar pemain. Namun dalam pertandingan sebelumnya, Luke berhasil memukul bola dan mengayunkan tongkatnya searah dengan arah datangnya bola. Pelatih kagum tentang kesabaran dan sportivitas Luke, dan Luke tampak berlatih extra keras dalam beberapa hari ini.

“Tentu,” jawabnya sambil mengangkat bahu, kemudian ditariknya topi merah Luke. “Kamu dapat bermain hari ini. Sekarang, lakukan pemanasan dahulu.”

Hati Luke bergetar saat ia diperbolehkan untuk bermain. Sore itu, ia bermain dengan sepenuh hatinya. Ia berhasil melakukan home run dan mencetak dua single. Ia pun berhasil menangkap bola yang sedang melayang sehingga membuat timnya berhasil memenangkan pertandingan.

Tentu saja pelatih sangat kagum melihatnya. Ia belum pernah melihat Luke bermain sebaik itu. Setelah pertandingan, pelatih menarik Luke ke pinggir lapangan. “Pertandingan yang sangat mengagumkan,” katanya kepada Luke. “Aku tidak pernah melihatmu bermain sebaik sekarang ini sebelumnya. Apa yang membuatmu jadi begini?”

Luke tersenyum dan pelatih melihat kedua mata anak itu mulai penuh oleh air mata kebahagiaan. Luke menangis tersedu-sedu. Sambil sesunggukan, ia berkata “Pelatih, ayahku sudah lama sekali meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Ibuku sangat sedih. Ia buta dan tidak dapat berjalan dengan baik, akibat kecelakaan itu, tetapi ia selalu menemaniku dalam setiap pertandingan. Namun Minggu lalu, Ibuku meninggal dunia” Luke kembali menangis.

Kemudian Luke menghapus air matanya, dan melanjutkan ceritanya dengan terbata-bata “Hari ini, …hari ini adalah pertama kalinya kedua orangtuaku dari surga datang pada pertandingan ini untuk bersama-sama melihatku bermain. Dan aku tentu saja tidak akan mengecewakan mereka…” Luke kembali menangis terisak-isak.

Sang pelatih sadar bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat, dengan mengizinkan Luke bermain sebagai pemain utama hari ini. Sang pelatih yang berkepribadian sekuat baja, tertegun beberapa saat. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun untuk menenangkan Luke yang masih menangis. Tiba-tiba, baja itu meleleh. Sang pelatih tidak mampu menahan perasaannya sendiri, air mata mengalir dari kedua matanya, bukan sebagai seorang pelatih, tetapi sebagai seorang anak…

Sang pelatih sangat tergugah dengan cerita Luke, ia sadar bahwa dalam hal ini, ia belajar banyak dari Luke. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan orang tuanya, walaupun ayah dan ibunya sudah pergi selamanya… Luke baru saja kehilangan seorang Ibu yang begitu mencintainya…

Sang pelatih sadar, bahwa ia beruntung ayah dan ibunya masih ada. Mulai saat itu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua orangtuanya, membahagiakan mereka,membagikan lebih banyak cinta dan kasih untuk mereka. Dia menyadari bahwa waktu sangat berharga, atau ia akan menyesal seumur hidupnya…


Kisah ini dikutip dari buku “Gifts From The Heart for Women” karangan Karen Kingsbury; dan disebarkan melalui milis/forum diskusi.
http://blog.cybermogi.net

:: Fields Of Gold – Sting ::

You’ll remember me when the west wind moves
Upon the fields of barley
You’ll forget the sun in his jealous sky
As we walk in the fields of gold

So she took her love
For to gaze awhile
Upon the fields of barley
In his arms she fell as her hair came down
Among the fields of gold

Will you stay with me, will you be my love
Among the fields of barley
We’ll forget the sun in his jealous sky
As we lie in the fields of gold

See the west wind move like a lover so
Upon the fields of barley
Feel her body rise when you kiss her mouth
Among the fields of gold
I never made promises lightly
And there have been some that I’ve broken
But I swear in the days still left
We’ll walk in the fields of gold
We’ll walk in the fields of gold

Many years have passed since those summer days
Among the fields of barley
See the children run as the sun goes down
Among the fields of gold
You’ll remember me when the west wind moves
Upon the fields of barley
You can tell the sun in his jealous sky
When we walked in the fields of gold
When we walked in the fields of gold
When we walked in the fields of gold

*nice song…

:: Baik atau Buruk, bergantung pada cara kita memandangnya ::

Terima kasih mas Bee, terinspirasi dari komennya mas Bee di artikel sebelumnya. Iya mas, aku belum ketemu ama Bina, hehehehe…

Ada seorang ibu yang pekerjaannya menangis sepanjang waktu. Ia menangis jika hujan turun, ia menangis juga jika hujan tidak turun…

Suatu hari, seorang guru zen lewat didekatnya ketika ia sedang tersedu sedan, guru itupun menghampirinya dan bertanya,
“Ibu, mengapa menangis ? Apa yang kau sedihkan ?”

Ibu itupun bercerita, “Guru, saya punya dua anak perempuan. Yang sulung menjual sepatu sedang yang bungsu menjual payung.”

“Jika cuaca cerah, saya sedih memikirkan anak bungsu yang jual payung. Payungnya pasti tak laku…hikz.”
“Dan jika hujan turun, yang sulung pasti gagal menjual sepatu. Orang tak akan ke toko sepatu jika hujan turun.. Sedih akuu..huaaa..”

gubraakz…

Dengan bijak, guru zen tersebut memberi nasihat pada si ibu, “Ibu, cobalah ubah pikiranmu begini ; Jika cuaca cerah, putri sulungmu akan berhasil menjual sepatu. Dan jika hari hujan, payung putri bungsu ibu pasti akan laku.”

Si ibu merenungkan kata-kata sang guru dan meresapinya…

Sejak itu, ibu tersebut tidak lagi menangis, baik hari hujan ataupun panas…

Zen: Sesuatu itu menyenangkan atau tidak, tergantung dari sudut mana kita memandangnya.