:: Baik atau Buruk, bergantung pada cara kita memandangnya ::

Terima kasih mas Bee, terinspirasi dari komennya mas Bee di artikel sebelumnya. Iya mas, aku belum ketemu ama Bina, hehehehe…

Ada seorang ibu yang pekerjaannya menangis sepanjang waktu. Ia menangis jika hujan turun, ia menangis juga jika hujan tidak turun…

Suatu hari, seorang guru zen lewat didekatnya ketika ia sedang tersedu sedan, guru itupun menghampirinya dan bertanya,
“Ibu, mengapa menangis ? Apa yang kau sedihkan ?”

Ibu itupun bercerita, “Guru, saya punya dua anak perempuan. Yang sulung menjual sepatu sedang yang bungsu menjual payung.”

“Jika cuaca cerah, saya sedih memikirkan anak bungsu yang jual payung. Payungnya pasti tak laku…hikz.”
“Dan jika hujan turun, yang sulung pasti gagal menjual sepatu. Orang tak akan ke toko sepatu jika hujan turun.. Sedih akuu..huaaa..”

gubraakz…

Dengan bijak, guru zen tersebut memberi nasihat pada si ibu, “Ibu, cobalah ubah pikiranmu begini ; Jika cuaca cerah, putri sulungmu akan berhasil menjual sepatu. Dan jika hari hujan, payung putri bungsu ibu pasti akan laku.”

Si ibu merenungkan kata-kata sang guru dan meresapinya…

Sejak itu, ibu tersebut tidak lagi menangis, baik hari hujan ataupun panas…

Zen: Sesuatu itu menyenangkan atau tidak, tergantung dari sudut mana kita memandangnya.

3 thoughts on “:: Baik atau Buruk, bergantung pada cara kita memandangnya ::

  1. stuju.tidak ada yang bisa membuat kita senang,kcuali kita sendiri yang memandang bahwa ‘sesuatu’ tersebut menyenangkan.
    so,always positive thinking ya…:)

Comments are closed.