:: Tentang lagu Agnes Monica – Karena Kusanggup ::

Tentang lagu Agnes Monica yang berjudul Karena Kusanggup, ternyata lumayan menghibur, tapi yang aku alami adalah

“Karena kusanggup tapi kau tak mau…“.

Hahahahaha… lucu deh… Hidup memang penuh perjuangan, tapi hidup juga anugerah Tuhan, dan harus dinikmati.

Mungkin bagiku, menjalani hidup ini seperti perjalanan mendaki gunung, penuh tanjakan, kadang harus menuruni lembah dan mengatur kecepatan, agar tidak kehabisan tenaga, tapi di puncak akan didapatkan pemandangan yang luar biasa, yang dapat kita nikmati sejenak.

Tapi kita tidak boleh terlena, dan harus melanjutkan perjuangan untuk kembali lagi, kadang melewati jalan yang sama, tapi kadang melewati jalan yang berbeda, dan pastinya jalan itu menanjak, menurun dan tetap harus mengatur kecepatan agar tidak kehabisan tenaga.

[BJ Building]
[http://blog.cybermogi.net]

:: my PR was decreased ::

Yeah, that is right, this morning I have checked my blog (Mogi on BlogMood.2 a.k.a http://blog.cybermogi.net) and found that my pagerank was decreased from 4 to 3, hahahaha… I think that just because my last article about Google and Bing, I compared my default search engine, Google and Bing. In that article’s conclusion, I said that Bing is better than Google. But I hope, Google will do self introspection and self analysis to its graphical user interface and its application flows, because as far as I see (and use), I found that Google was never improve its user interface, and its application flows was really really bad. Users (common users that do not know about Internet or computer) can not decide and can not see the different between advertise links and search result links in the result page. As long as I see, users (the common users) always clicks only the top one or two link when they search for something in Google result page, because they think this link is the best result (of course because the links has different background color and different border). The users was trapped by Google user interface and application flow.

I only wish, perhaps Google someday will fix that and improve its weakness. I know that Google has great a lot of scientists and programmers around the world, has a lot of user interface expert, and has gigantic budget to develop Internet over the world. Thanks for Google.

:: Google (vs) dan Bing ::

Sudah lama saya tidak menggunakan Google, sejak 2 bulan yang lalu saya memutuskan untuk mengubah default search engine di Firefox saya menjadi Bing, bukan karena membenci Google, tapi saya ingin merasa Bing memiliki aplikasi dan (tampilan) web service yang lebih baik dari Google.

Banyak alasan yang membuat saya menggunakan Bing daripada Google, beberapa di antaranya adalah Bing memiliki variasi gambar latar yang menarik, dibandingkan Google yang polos, selain lebih dapat menikmati gambar, mata saya menjadi lebih segar, hehehe.. dan juga bisa belajar teknik pengambilan sudut fotografi (angle taking).
Dilihat dari sisi pencarian yang pernah saya gunakan, hasil Bing lebih variatif, namun akurat dibandingkan Google yang melulu diawali dengan iklan paling atas, dan pada Bing kategori pencarian pun lebih terfokus jika dibandingkan dengan Google, misalnya kita mencari dengan kata kunci “Villa Bali” atau “Bali Hotel”, Bing akan mengelompokkannya sesuai dengan kategori yang kemungkinan sesuai, misalnya Hotel, travel, tourist information, berbeda dengan Google yang mencampur adukkan semua hasil pencarian. Jelas dapat dilihat bahwa algoritma pencarian Bing dan Google sangat berbeda.
Kemudian dari aplikasi web-nya (hanya search engine), Bing lebih maju selangkat (pada awalnya, karena saat ini Google berusaha menyamainya), misalnya pada tampilan aplikasinya, Bing memiliki user interface yang sangat interaktif dan nyaman, terbukti dari tampilan penelusuran gambar atau image searching yang menyerupai image viewer, keren kan? (dan akhirnya Google menirukannya juga).

Saya rasa cukup sudah membicarakan Bing dan Google, semua tulisan di atas hanyalah pandangan subjektif dari saya, tidak ada unsur yang lain, kecuali penilaian seorang user search engine seperti saya (yang masih awam dalam Internet). Namun untuk aplikasi lainnya, saya masih tetap menggunakan Google, example: Google Earth, Google Maps, Gmail, Google Scholar, Google Code, dan pengembangan dalam Google Labs.

Thanks for Google and Bing for your innovation and contribution to Internet Technology and human race.
http://blog.cybermogi.net

:: 20 Cara Menghargai Tubuh Sendiri – Kompas ::

(taken from Kompas – Sabtu, 2 Januari edisi online)

KOMPAS.com
– Apakah Anda cukup puas dengan tubuh sendiri? Bila kurang puas, ikuti saran dari Margo Maine, Ph.D berikut ini:

  1. Tubuh Anda adalah ciptaan Tuhan yang luar biasa, mulailah untuk menghargainya.
  2. Buat daftar yang mencantumkan hal-hal yang dapat dilakukan tubuh Anda. Baca dan tambah terus daftar itu.
  3. Sadari apa yang bisa dilakukan tubuh Anda setiap hari. Ingatlah bahwa tubuh adalah instrumen kehidupan, bukan sekadar hiasan
  4. Buatlah daftar orang-orang yang Anda kagumi: orang yang banyak menyumbang hal positif dalam hidup Anda, di masyarakat dan di dunia. Perhatikan apakah penampilan fisik mereka tampak penting dalam menunjang kesuksesan dan pencapaiannya.
  5. Berjalanlah dengan kepala diangkat, didukung rasa percaya diri.
  6. Jangan biarkan berat badan atau postur tubuh menghalangi Anda menikmati kegiatan yang disukai.
  7. Pakailah baju yang nyaman, disukai dan terasa enak di tubuh.
  8. Hitung berkat yang Anda terima, bukan kemalangan-kemalangan.
  9. Pikirkan hal-hal lain yang bisa dicapai dengan waktu dan energi yang dihabiskan untuk mengkhawatirkan badan dan penampilan.
  10. Jadilah sahabat serta pendukung, bukan musuh bagi tubuh sendiri.
  11. Pikirkan bahwa kulit Anda beregenerasi setiap bulan, perut setiap lima hari, liver setiap 6 minggu dan tulang setiap tiga bulan.
  12. Setiap bangun tidur di pagi hari jangan lupa berterimakasih atas istirahat untuk tubuh sehingga tubuh terasa segar.
  13. Setiap malam saat akan tidur jangan lupa berkata kepada tubuh Anda betapa berharganya tubuh, sehingga membantu melaksanakan tugas sehari-hari.
  14. Temukan metode latihan olahraga yang Anda nikmati dan lakukan secara teratur. Tapi jangan berolahraga untuk menurunkan berat badan atau melawan tubuh sendiri. Lakukan olahraga untuk kesehatan dan kekuatan tubuh, karena membuat Anda nyaman.
  15. Ingat kembali saat Anda merasa nyaman dengan tubuh Anda. Katakan pada diri sendiri Anda dapat merasa seperti itu lagi, bahkan pada usia yang tidak muda lagi.
  16. Buatlah daftar 10 hal positif tentang diri sendiri tanpa menyebut penampilan fisik.
  17. Buat tulisan dan tempel di kaca rias: saya tampil menarik dari dalam dan luar.
  18. Cari hal-hal indah yang ada di dunia dan pada diri Anda sendiri.
  19. Mulailah berkata pada diri sendiri: hidup itu terlalu singkat untuk menghabiskan waktu membenci tubuh sendiri.
  20. Makanlah ketika lapar dan istirahat ketika lelah. Carilah teman-teman yang bisa mengingatkan akan kecantikan luar dan dalam yang ada pada diri Anda. @diy

Berapa cara yang telah anda lakukan untuk alternatif cara di atas? Semakin banyak, saya rasa semakin bagus.

NB: Tulisan ini dibuat hanya untuk dokumentasi pribadi. Tidak bermaksud memihak atau menjatuhkan salah satu pihak.

:: Esensi Kebodohan ::

“Bodoh kamu…!”- Mungkin kita hanya tersenyum ketika mendengar seseorang berteriak demikian kepada orang lain, atau mungkin kita tersenyum kecut ketika seseorang meneriaki kita demikian, bisa juga kita langsung marah-marah kepada orang yang berteriak demikian. Namun, sejujurnya, apakah kita tahu arti ‘bodoh’ atau ‘kebodohan’ itu sendiri? Apakah kita sudah dapat memaknai bodoh atau kebodohan itu sendiri?

Coba kita lakukan sebuah ujian kepada diri kita sendiri…