:: Tulisan gak jelas ::

sekarang akumau nulis sesuatu yang gak jelas, entahlah, apa yang ada di pikiranku sampe bisa kayak gini, hehehe,, sepertinya aku lagi kurang kerjaan makanya jadi kayak gini, aku mau mengomentari tentang dicurinya kabel transmisi untuk kontrol jalur KA di salah satu kota di indonesia, wakakaka, ternyata orang indonesia kreatif yang kalo yang namanya sabotase, begitu juga dengan mesin absen dengan sidik jari yang dimiliki gedung ini (rektorat lama brawijaya), pagi-pagi ketika mau absen, eh, dicoba-coba ternyata alat sensornya dikorek-korek, kacanya dipecahkan, wakakakakakak, keren banget, sapa yang iseng ngelakuin itu ya? entahlah… orang vandalis.

btw, ngobrol tentang sabotase-sabotase, banyak banget rekor yang telah dipecahkan oleh orang indonesia kalo soal sabotase, mulai dari penghancuran gedung dan peralatan untuk pemilihan umum, seperti yang terjadi di Singaraja Bali, di Tuban Jawa Timur, dan di beberapa kota di berbagai pelosok Indonesia.

selain sobatasse, bangsa indonesia juga terkenal dengan ‘breaking-rule’-nya, contohnya di lampu merah, di tempat dilarang parikir, sekolah datang terlambat, di rapat dewan tidur, tidak memakai helm, dan masih banyak lagi pelanggaran yang dilakukan, kenapa ini bisa terjadi, menurutku sih, bangsa ini masih terbawa dalam suasana pra-kemerdekaan, masih dalam belenggu penjajah di dalam pikirannya, contoh saja: polisi dengan semena-mena menilang pengendara kendaraan, meskipun si pengendara mengakunya tidak merasa melanggar rambu, namun si polisi ngotot, sambil berkata ‘bapak tidak lihat rambu di samping sana’ sambil menunjuk rambu yang sudah usang, bulukan, karatan, dan tidak bisa terbaca dalam jarak 5 meter, ya dengan santai si pengendara menjawab ‘mana keliatan pak, saya gak bisa ngeliat rambu kayak gitu’, mendapat pengakuan seperti itu, si polisi semakin menjadi, ‘itu artinya bapak tidak melihat rambu ya kan?’ tegas si polisi, nah kalo sudah begini, mau bilang apa? polisi masih berlaku seperti penjajah, dan rakyat dengan mudahnya ditipu seperti ini dan masih mau membayar polisi tersebut dengan alasan ‘titip sidang aja di sini’ wakakakakakak… konyol…

btw, masih banyak lagi yang mau aku tulis di sini, jadi sampe di sini aja dulu yah unek-unekku yang masih menumpuk.. disambung lain waktu…