:: The Moorlough Shore Lyric – Sinéad O’Connor ::

Your hills and dales and flowery vales
That lie near the Moorlough Shore.
Your vines that blow by borden’s grove.
Will I ever see no more
Where the primrose blows
And the violet grows,
Where the trout and salmon play.
With my line and hook delight I took
To spend my youthful days.
Last night I went to see my love,
And to hear what she might say.
To see if she’d take pity on me,
Lest I might go away.
She said, “I love an Irish lad,
And he was my only joy,
And ever since I saw his face
I’ve loved that soldier boy.”
Well perhaps your soldier lad is lost
Sailing over the sea of Maine.
Or perhaps he is gone with some other lover,
You may never see him again.
Well if my Irish lad is lost,
He’s the one I do adore,
And seven years I will wait for him
By the banks of the Moorlough Shore.
Farewell to Sinclaire’s castle grand.
Farewell to the foggy dew.
Where the linen waves like bleaching silk
And the falling stream runs still
Near there I spent my youthful days
But alas they all are gone
For cruelty has banished me
Far away from the Moorlough Shore.

:: Jadi Juri di IALF Blogging Contest ::

Hari ini, sabtu 28 Agustus 2010, saya dipercaya sebagai juri salah satu lomba yang diadakan di IALF, yaitu IALF Blogging Contest. Awalnya sih, salah seorang kawan yang pernah menguji Placement Test yang mengajukan (baca: Sri Rahasti – IALF – pen). Dan saya menyanggupinya.

Saat ini, ketiak posting ini ditulis, tengah berlangsung lomba kategori SMA, yang diikuti oleh 16 peserta.

Selanjutnya akan saya laporkan selengkapnya, because now, I have to go, to have my meal… hahahaha… extremely hungry…

:: Jenius? ::

Jenius adalah 1% inspirasi. Dan 99% kerja keras.

(Thomas A. Edison, Pencipta dan pendiri Edison Electric Light Company)

CATATAN: Walaupun Edison dikenal dengan banyak ciptaannya, kontribusi terbesarnya adalah stasiun pembangkit listrik pertama. Sukses yang luar biasa itu membuatnya mendirikan Edison Electric Light Company yang kemudian hari bergabung dengan General Electric Company.

:: Tentang lagu Agnes Monica – Karena Kusanggup ::

Tentang lagu Agnes Monica yang berjudul Karena Kusanggup, ternyata lumayan menghibur, tapi yang aku alami adalah

“Karena kusanggup tapi kau tak mau…“.

Hahahahaha… lucu deh… Hidup memang penuh perjuangan, tapi hidup juga anugerah Tuhan, dan harus dinikmati.

Mungkin bagiku, menjalani hidup ini seperti perjalanan mendaki gunung, penuh tanjakan, kadang harus menuruni lembah dan mengatur kecepatan, agar tidak kehabisan tenaga, tapi di puncak akan didapatkan pemandangan yang luar biasa, yang dapat kita nikmati sejenak.

Tapi kita tidak boleh terlena, dan harus melanjutkan perjuangan untuk kembali lagi, kadang melewati jalan yang sama, tapi kadang melewati jalan yang berbeda, dan pastinya jalan itu menanjak, menurun dan tetap harus mengatur kecepatan agar tidak kehabisan tenaga.

[BJ Building]
[http://blog.cybermogi.net]

:: Anger Management ::

Dahulu ada seorang anak yang suka marah-marah dalam arti kata tak pandai mengendalikan emosi. Pokoknya MARAH itulah kamus sehari-harinya, padahal orangtuanya adalah orang yg bijaksana & penyabar.

Suatu hari oleh Bapaknya yang sangat bijak itu, anak tersebut dinasehati dan disarankan setiap kali anak tersebut marah, agar memakukan sebuah paku di pagar halaman rumahnya.

Dalam sehari banyak sekali paku nempel di pagar rumahnya. Hingga dalam sebulan sudah banyak sekali paku paku tersebut nempel di situ.

Anaknya berkata kepada ayahnya, “Pak, saya sudah mengerjakannya dengan baik”.
Ayahnya kembali berkata, “Wahai anakku, mulai saat ini. Jika kamu bisa menahan amarahmu maka cabutlah satu paku di pagar tersebut”.

Hari berganti hari, ternyata anak itu merasa lebih gampang menahan amarahnya daripada memaku di pagar rumahnya. Lama-lama paku tersebut mulai berkurang dan berkurang terus sampai paku tersebut hilang sama sekali.
Dan anak itupun berkata, “Pak ternyata saya sudah bisa menahan amarah saya”.
Sang bapak pun berkata, “Wahai anakku memang kamu sudah bisa menahan amarahmu, tapi lihatlah kayu-kayu itu berlubang akibat paku tersebut. Demikian juga manusia yang pernah tersinggung dan terluka disaat menerima amarahmu, takkan hilang begitu saja kan? Nah mulai saat ini berhati-hatilah bicara… anakku…”

Jangan pernah putus asa dan menyerah. Karena apabila anda tidak pernah menyerah, berarti anda tidak pernah kalah. (Ted Turner, pendiri Turner Broadcasting System).

CATATAN: Ted Turner memulai membangun istananya dari bisnis papan reklame. Dia menggunakannya untuk membeli stasiun TV yang sedang menurun dan mengubahnya menjadi sangat sukses. Hasilnya dia belikan Atlanta Braves, memulai CNN dan mengambil alih MGM.

NB:
Kisah ini bisa anda terapkan dalam hidup anda paling tidak sedikit membantu anda dalam mengendalikan emosi. Jika anda merasakan hikmahnya beritahukan kepada yang lain. Beritahukan pada yang lain itulah inti sebuah ajaran. Kalau sekiranya selama ini saya pernah marah kepada anda, mohon dimaafkan, karena saya juga sedang belajar bagaimana menahan emosi dan membuang jauh rasa marah.

:: Agnes Monica – Karena Ku Sanggup ::

Biarlah ku sentuhmu
Berikanku rasa itu
Pelukmu yang dulu
Pernah buatku

Ku tak bisa paksamu
‘tuk tinggal di sisiku
Walau kau yang selalu sakiti
Aku dengan perbuatanmu
Namun sudah kau pergilah
Jangan kau sesali

Reff:
Karena kusanggup walau ku tak mau
Berdiri sendiri tanpamu
Ku mau kau tak usah ragu
Tinggalkan aku
Oohhhh… kalau memang harus begitu

Tak yakin ku ‘kan mampu
Hapus rasa sakitku
Ku ‘kan selalu perjuangkan cinta kita
Namun apa salahku
Hingga ku tak layak dapatkan kesungguhanmu

**Reff**

Tak perlu kau buatku mengerti
Tersenyumlah karena ku sanggup

[Agnes Monica – Karena Ku Sanggup]

:: Kisah Batu Kecil… ::

Setelah perceraian orang tuanya, seorang remaja putri yang tinggal bersama ibunya, menjadi seorang remaja pemberontak. Puncaknya terjadi ketika pada suatu malam ibunya mendapat telepon dan diminta datang ke kantor polisi, karena si anak menyetir mobil dengan keadaan mabuk.

Sepulang dari kantor polisi, mereka berdua berdiam diri sepanjang perjalanan.

Keesokan harinya, untuk mencegah kebisuan, sang ibu memberikan hadiah berupa kotak kecil kepada si anak. Dengan enggan, remaja ini membuka kotak itu dan melihat bahwa isinya ternyata sebuah batu kecil.

Dengan heran ia melirik ke ibunya dan bertanya, “Untuk apa batu ini Ma?”

“Bacalah kartu ini,” kata ibunya.

Si anak membaca kartu itu dan matanya segera berkaca-kaca. Ia memeluk ibunya kuat-kuat, dan kartu itupun terjatuh. Di kartu itu tertulis:

“Batu kecil ini berumur 200 juta tahun. Selama itulah Mama akan bertahan sebelum Mama menyerah.”

Rob Gilbert – Editor

NB: Sekedar berbagi, untuk seorang kawan yang sedang mengalami hari-hari yang sulit, dan seorang anak yang merasa hidupnya tidak lagi bersahabat, ingatlah bahwa masih ada seorang kawan yang akan berada di sisimu selalu.

:: tentang Kasus Ariel Peter Pan, Luna Maya dan Cut Tari ::

Pendapat saya mengenai kasus ini adalah:

  1. Mereka juga manusia, setiap manusia mempunyai hak asasi. Jangan pernah menganggap mereka kurang atau lebih dari itu, bijaksanalah.
  2. Mereka juga manusia, setiap manusia pernah melakukan atau mempunyai kesalahan, besar kecilnya kesalahan yang diperbuat itu Tuhanlah yang berhak menentukan.
  3. Mereka juga manusia, setiap manusia pernah melakukan atau mempunyai kesalahan, jika kesalahan tersebut telah menyebabkan kerugian di pihak lain, maka hukumlah yang harus ditegakkan.
  4. Mereka juga manusia, setiap manusia pernah melakukan atau mempunyai kesalahan, jangan mengganggap diri sendiri yang paling benar atau tidak pernah melakukan perihal dan perilaku demikian.
  5. Mereka juga manusia, yang kadang kala tidak dapat menahan emosi jika berada dalam kondisi yang tidak prima, jadi jangan paksa-paksa mereka untuk melayani anda.
  6. Mereka juga manusia, kejadian atas perbuatan yang mungkin mereka lakukan itu hanyalah sebagian kecil dari permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi di dalam masyarakat kita (Indonesia), jadi sadarlah, taruhlah porsi yang sesuai untuk permasalahan ini, jangan berlebihan (jangan lebay!!!-kata bahasa gaul).
  7. Mereka juga manusia, sadarlah akan hal itu!

Tulisan ini diketik karena jenuhnya pikiran saya atas kejadian ini, padahal terdapat banyak pembahasan yang lebih penting yang menyangkut negara dan bangsa ini yang akhirnya tidak kita perhatikan karena porsi perhatian kita yang berlebihan terhadap kasus ini.

(July 3rd, 2010, at Anom’s House in Central Balinize Headquarter)