:: DILARANG MENGOPERASIKAN KOMPUTER SETELAH MINUM OBAT ::

Kenapa dilarang??

karena dapat membahayakan jiwa dan raga anda, serta orang-orang di sekitar anda… ini bukan peringatan yang sekadar main-main belaka, ini adalah kenyataan (yang pastinya pahit banget buat saya), berikut saya ceritakan sedikit pengalaman saya mengoperasikan komputer di bawah pengaruh obat keras (seharga Rp. 12.000,- per butir, mahal banget kan?) yang mengandung Opemetrazol 50mg. Selain efek sampingnya yang membuat telinga berdenging dan tuli sementara, juga membaurkan konsentrasi sehingga dapat membuat kita salah mengira atau salah mengambil keputusan.

Sore hari, tgl 2 Desember 2007 yang merupakan minggu yang cerah di desa indah bernuansa pantai, Jimbaran, saya tergeletak lemas, karena sebelumnya, mulai hari Jumat, saya merasakan ada yang tidak beres dengan tubuh saya ini, akhirnya saya memutuskan untuk beristirahat dan meminum obat, adapun obat yang saya minum untuk menetralkan asam lambung dan menghilangkan nyeri lambung. selain itu ada obat yang berguna untuk mengurangi mual-mual. saya minum keduanya, kemudian tidur. Malam harinya saya terbangun karena perut saya kontraksi, (efek dari sakit maag buat saya adalah diare yang tidak henti-henti), saya menuju (maaf) kamar kecil untuk buang air. setelah itu, saya minum oralit dan menuju ke kamar lagi, namun karena sudah tertidur cukup lama, saya tidak dapat menutup mata kembali. akhirnya saya putuskan untuk menginstall Daryna di Compaq Evo saya.
seperti yang kita ketahui, Daryna yang turunan dari keluarga ubuntu, untuk memulainya dengan menggunakan liveCD, mungkin karena pengaruh efek obat anti mual yang cukup kuat, menyebabkan kurang konsentrasi, akhirnya saya melakukan kesalahan fatal, (next-next syndrome) dan tidak mengecek lebih lanjut partisi yang harus saya format, kepala saya terasa berat, bahkan untuk berpikir perkalian bilangan 3759 dengan 2984 saja tidak bisa. dooh, kesalahan fatal ini yang sangat fatal akibatnya, dan baru saya sadari setelah pagi hari, sial… padahal sebelumnya sudah saya tetapkan bahwa partisi pertama dari harddisk pastilah sistem operasi, seperti halnya desktop. namun yang saya format kemudian adalah partisi ke-6 yang merupakan media penyimpan.
Keesokan paginya, sebelum saya sadari malapetaka yang menimpa, sambil tersenyum saya menyalakan Compaq Evo saya, akhirnya terinstall Daryna juga-kata saya dalam hati, namun muncul keringat dingin ketika mengetahui di menu GRUB, muncul pilihan, Linuxnya lebih dari 2 (yang benar harusnya ada dua saja, linux Daryna dan linux Slackware), dooh ada yang tidak beres nih… akhirnya saya cek dan ricek, saya login dan saya dapati /home/mogi alias media /dev/sda6 terformat dan terisi dengan linuxMint Daryna, hiks…hiks… huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….
kemudian saya telepon kawan saya yang jago linux, Meti ternyata tidak nyambung, dooh sial… akhirnya pasrah aja deh… mana perut kembali melilit, berkontraksi… dooh, naas nian nasib nyong… data nilai dan download beberapa film musnah sudah… hiks… mengulang dari awal deh…

Moral Cerita :
Dilarang berkendaraan setelah meminum obat apapun, apalagi mengoperasikan mesin-mesin berat termasukdan komputer, karena FATAL AKIBATNYA…

5 thoughts on “:: DILARANG MENGOPERASIKAN KOMPUTER SETELAH MINUM OBAT ::

  1. Lain kali makanya hati2. Walaupun begitu, soal kehilangan data, kenapa ngga diusahakan untuk di recovery. Banyak jalan menuju roma. orang lain ngga bisa, kenapa ngga mas sendiri aja. ๐Ÿ˜€

  2. hhmm semoga di beri kesabaran ๐Ÿ™‚
    klo aq waktu hardisku gak sengaja hilang isinya aq hanya nangis di kamar menyesali keisenganku ….
    dan isteriku cuman panik bin bingung ngeliat lakinya kok tiba tiba nangis

    @Benbego..
    Link pliss buat recover file system yang ke format di OS linux ๐Ÿ˜€

  3. weh, koq gue ikutan jadi tersangka?

    la loe sms pagi2, disaat gue ga pernah bisa nyambung hahahaha….
    AFAIK sih, ga ada yang bisa nge-recover mengingat filesystemnya journaling. tapi ga tau kalo partisi, gue sendiri sih ga pernah melakukan hal se”pintar” itu. mengingat gue malas upgrade major hehehe….

  4. ada kok cara restore-nya, tapi khusus file system NTFS dan FAT, kalo untuk file system jurnaling belum ada (yang free). hehehehe… saran saya, back-up data setiap bulan ke DVD, dan sinkronisasi dengan komputer backup setiap hari, pake rsync. opsi pertama biayanya agak relatif rendah (bukan murah), opsi kedua harus punya komputer khusus untuk backup data, jadi harddisknya cuma untuk backup doang, opsi kedua ini dilakukan sama temen saya-dia kan punya ISP, hehehehehe…, kalo saya cukup opsi pertama.

Comments are closed.