:: Melakukan Hobi Melepaskan Stress ::

Seringkali kita merasa jenuh akan kehidupan sehari-hari, rutinitas kantor dan kegiatan belajar mungkin dapat menyebabkan kejenuhan. Nah, untuk menghilangkan atau mungkin mengurangi kejenuhan itu, kita perlu melakukan sedikit kegiatan yang bersifat di luar rutinitas tersebut, misalnya melakukan kegiatan hobi. Berikut akan saya uraikan sedikit tentang hobi yang dapat anda lakukan di mana saja, kapan saja, bagaimana saja, apa saja, oleh siapa saja, dan tentu murah meriah.

1. Bermain layangan.
Biaya : Rp. 3.000 – Rp. 8.000, tergantung besar dan kecilnya layangan.
Bermain layangan dapat mengurangi tekanan dari sekeliling kita, kita bisa membayangkan diri kita sebagai layangan yang terbang ke angkasa, meninggalkan semua pesaing-pesaing dan menjadi yang teratas sebagai pemenang. Bermain layangan juga dapat melatih kita untuk bersiap-siap bahwa ketika kita berada di atas, pasti akan ada waktu untuk turun atau kembali ke bawah. Jadi tidak selamanya kita akan berada di atas terus. Air cucuran atas monas, jatuhnya ke pelimbahan juga, air menara Eiffel juga sama.

2. Tiup-tiup kresek kiloan/balon
Biaya : Rp. 1.000 – Rp 5.000, kalo make kresek kiloan jangan yang bekas terasi, aromanya gak sedap, hahahahahaha. Juga jangan ngerebut balon anak kecil yah, tar dijitak ama ortunya.
Tiup-tiup balon berguna untuk melepaskan ketegangan dari dalam diri, melepaskan semua emosi. Bayangkan semua tekanan atau masalah yang ada, masuk ke dalam kresek/balon yang anda tiup. Kemudian, setelah menggelembung, kresek/balonnya dipecahkan, bayangkan semua masalah meledak dan menjadi berkeping-keping. Tersenyumlah.

3. Gergaji kayu
Biaya : Rp. 25.000 – Rp. 50.000, beli gergaji kayu mahal, sama beli kayu 1 lonjor juga mahal, hahahaha…
Kegiatan yang ini capek dilakukan, tapi khusus pekerja kantoran yang cuma duduk diam dan mengetik atau memilah berkas-berkas, perlu sesekali melakukan ini. Bertujuan menggerakkan otot tangan, lengan, pundak, kaki, dan pinggang. Selain itu, menggergaji kayu juga dapat melepaskan kepenatan, kita dapat belajar dari menggergaji kayu, kayu tidak dapat digergaji jika kita memaksakan gergaji kita untuk memotong, bisa-bisa gergaji yang akan patah, namun jika kita perlahan-lahan namun pasti, berirama dalam menggerakkan gergaji, maka lambat laun kayu akan dapat dipotong. Dari sana kita juga dapat belajar, bahwa ketika memecahkan suatu masalah kita tidak bisa memaksakan suatu usaha, apalagi dengan emosional dan semangat yang menggebu-gebu, bukan hasil baik yang kita dapatkan, namun hasil yang buruk, bahkan dapat merugikan diri sendiri. Jadi ‘just follow the flow’, perlahan tapi pasti dan sesuaikan iramanya.

4. Melipat kertas
Biaya : Rp. 5.000 – Rp. 31.000, harga Rp. 31.000 itu kalo beli kertas 1 rim ukuran A4 70gr. di Jimbaran Bali, hehehe… kemaren abis beli kertas.
Nah, melipat kertas adalah salah satu seni yang berasal dari Jepang. Meskipun terlihat sepele, hanya melipat kertas, namun ada filsafat tersembunyi yang ada di baliknya, apa itu? Kegiatan melipat kertas ini dapat melatih kesabaran, ketekunan, dan ketelitian. Itulah sebabnya orang Jepang sangat tekun, teliti dan sabar, terutama setelah kejatuhan bom atom di Jepang, dengan semangat Origami, membangun kembali negara mereka. Tekun, teliti dan sabar, akan menghasilkan sesuatu yang indah, akurat dan pribadi yang luar biasa. Jepang dan Indonesia dapat dikatakan memiliki ‘start’ yang nyaris bersamaan, tahun 1945. Namun Jepang dapat melesat jauh di depan Indonesia dalam segala hal, termasuk teknologi. Kita memiliki sumber daya yang jauh di atas Jepang, baik alam maupun manusia, namun yang kurang adalah pemahaman kita terhadap kearifan kuno yang kita miliki, banyak warisan leluhur yang mengajarkan kita untuk memiliki semangat juang seperti itu (akan saya bahas lain kali ya).

5. Jalan-jalan di taman kota
Biaya : Rp. 500 – Rp. 5.000, bayar parkir, hahahahaha… in Indonesia everywhere is parking areas.
Jalan-jalan ini bisa dilakukan siapa saja, kecuali sedang sakit. Sekedar berkeliling seputar taman kota untuk melihat-lihat kiri-kanan melepaskan ketegangan. ya, hanya berjalan-jalan, namun ketika berjalan, cobalah untuk tersenyum, melihat ke pohon, tanaman bunga, nikmati warnanya, suara-suara yang ada, sadarlah bahwa anda berada di sana, perhatikan sekeliling anda, cobalah untuk memperhatikan lebih teliti lagi, lebih seksama, dan menyimak lebih dalam lagi sekeliling anda. Jangan berpikir apapun selama memperhatikan dan menyimak, anda pasti akan merasa lebih hidup.

6. Melihat gunung, pantai, atau hutan
Biaya : relatif, tergantung kendaraan, bahan bakar dan jauhnya perjalanan anda.
Sejujurnya, saya paling suka kegiatan yang satu ini. Hampir sama seperti kegiatan berjalan-jalan di taman kota. Cobalah pergi ke daerah-daerah yang melewati gunung, sungai, pantai atau hutan. Menepilah di suatu tempat yang anda anggap paling nyaman, parkir kendaraan anda, kemudian matikan mesin, buka helm dan kaca jendela mobil anda, cobalah melihat jauh ke cakrawala, bayangkan anda terbang ke arah pandangan anda. Perhatikan pemandangan yang terjauh yang dapat anda pandang. Berguna untuk melepaskan ketegangan, membuat mata dapat beristirahat dan otak juga dapat mengalami isitrahatnya. Melamunlah beberapa saat, ini akan dapat memberikan istirahat bagi otak yang mungkin sudah ‘over-heated’. Nikmati alam ciptaan-Nya…

7. Bermain peluit daun
Biaya : Rp. 0 – Rp. 50.000, jadi mahal kalo metikin daun di pohon tetaiayangga sampai habis, hahahahaha…
Kegiatan ini melatih kreativitas kita. Kita dituntut untuk memiliki imajinasi yang tinggi, sampai dapat membuat peluit dari daun. Perlu ketelitian dan ketekunan juga untuk dapat membunyikan peluit daun ini, dan melatih kita untuk dapat melihat dan memilih bahan baku yang terbaik untuk dapat menghasilkan peluit yang terbaik.

8. Menghitung kendaraan
Biaya : Rp. 0 – Rp. 45.000, relatif dari tempat anda menghitung kendaraan, kalo dari Starbuck atau JCo’s mungkin lebih mahal.
Dilakukan dengan cara menghitung kendaraan yang lewat di sekitar kita, bisa dihitung berdasarkan jumlah rodanya, warna cat, merk kendaraan, atau plat nomor (dalam daerah atau luar daerah), dapat dilakukan sendirian atau pun bekerja sama dengan kawan. Kegiatan ini dapat melatih kita untuk bisa mengidentifikasi masalah secara cepat dan membuat kita tetap siaga terhadap perubahan yang terjadi pada lingkungan. Stay awake…

9. Bermain musik kaleng
Biaya : Rp. 1.000 – Rp. 10.000, bisa juga ngambil dari tempat sampah atau dari hotel/swalayan, hehehehe… kalo udah selese maen musiknya bisa dijual ke rombengan, balik modal dah.
Bermain musik kaleng dapat mengasah kreativitas dan ketangkasan. Selain melepaskan emosi, ketegangan dan kepenatan. Lampiaskan semua emosi ke dalam pukulan anda, sampe anda puas, hahahahaha… kalo sudah selese inget diberesin kaleng-kalengnya, kalau perlu dijual aja, hahahaha… selain ‘save green world’ juga bisa save kantong dan save our life… Cheers.. dung tak tak, dung tak tak, ces ces, dung tak.. tak..

:: Kenapa anak anjing selalu bertengkar dengan anak kucing? ::

Pernah ada seorang kawan bertanya kepada saya, “kenapa tikus takut sama kucing?”. Saya menjawab, “ya karena tikus kan makanan kucing, jadi tikus takut dimakan ama kucing”. Terus saya giliran bertanya, “kenapa anak anjing selalu bertengkar dengan anak kucing?”, dia keliatannya bingung, “kenapa ya? kucing kan gak dimakan anjing?” begitu dia bilang.
hahahahaha… aku berhasil ngerjain ni anak…
aku jawab “ya, namanya juga anak-anak… biarin aja mereka bertengkar, hahahaha… paling juga rebutan mainan…”
jawaban yang aneh…

tabik,

ari mogi 2009
@rektorat.

:: Lowongan Pekerjaan dari PT Jayantara Indonesia ::

PT. Jayantara Indonesia merupakan salah satau Independent Software Vendor serta Perusahaan Penyedia Jasa Solusi TIK dan merupakan salah satu mitra dari PT. Telekomunikasi Indonesia (TELKOM)

Saat ini membutuhkan Staff programmer dengan dengan kualifikasi dan detail sebagai berikut :

* Job Location : Malang
* Job Type : Contract/ Permanent
* Salary : 2 – 3 juta rupiah / Negotiable

Persyaratan umum:
selengkapnya…