:: Ujian PKL tahap I tahun 2009 PS. Teknik Informatika Ilmu Komputer Universitas Udayana ::

Hari Senin, tanggal 28 Desember 2009, Komisi PKL Program Studi Teknik Informatika Jurusan Ilmu Komputer Fakultas MIPA Universitas Udayana melaksanakan Ujian PKL tahap I tahun 2009. Akan berlangsung selama 3 hari.
Untuk jadwal dapat dilihat di papan pengumuman.

Tabik,
Ari Mogi

NB: just for self documentation.

:: denn mein Vater – for my Father ::

Bagi seseorang yang beranjak dewasa, yang sedang jauh dari orang tua, akan sering merasa rindu ibunya.
Bagaimana dengan ayah?

Mungkin karena ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaan setiap hari. Tapi tahukah kamu, jika ternyata ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponmu?

Saat kecil, ibulah yang lebih sering mendongeng. Tapi tahukah kamu bahwa sepulang ayah bekerja dengan wajah lelah beliau selalu menanyakan apa yang kamu lakukan seharian.

Saat kamu sakit batuk/pilek, ayah kadang membentak “sudah dibilang! jangan minum es!”. Tapi tahukah kamu bahwa ayah khawatir?

Ketika kamu remaja, kamu menuntut untuk dapat ijin keluar malam. Ayah dengan tegas berkata “tidak boleh!” Sadarkah kamu bahwa ayah hanya ingin menjagamu? Karena bagi ayah, kamu adalah seseorang yang sangat berharga, melebihi apa pun.

Saat kamu bisa lebih dipercaya, ayahpun melonggarkan peraturannya. Kamu tetap akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan ayah adalah menunggu semalaman di ruang tamu dengan sangat khawatir, tak terpikirkan baginya untuk tidur sedetik pun.

Ketika kamu dewasa,dan harus kuliah di kota lain. Ayah harus melepasmu. Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu? Dan ayah sangat ingin menangis.

Di saat kamu memerlukan ini-itu, untuk keperluan kuliahmu, ayah hanya mengernyitkan dahi. Tapi tanpa menolak, beliau memenuhinya.

Saat kamu wisuda. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukmu. Ayah akan tersenyum dan bangga. Sampai ketika teman pasanganmu datang untuk meminta izin mengambilmu dari ayah.

Ayah akan sangat berhati-hati dalam memberi izin. Dan akhirnya, saat ayah melihatmu duduk di pelaminan bersama seseorang yang dianggapnya pantas, matanya berkaca-kaca menahan haru, dan ia pun tersenyum bahagia.

Apa kamu tahu, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis? ayah menangis karena ayah sangat bahagia. Dan ia pun berdoa “Ya Tuhan, tugasku telah selesai dengan baik. Bahagiakan. Putra/putri kecilku yang manis bersama pasangannya.”

Setelah itu ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk dengan rambut yang memutih dan badan yang tak lagi kuat untuk menjagamu.

Selama hidupnya, ayah hanya memikirkan kebahagiaan kita sebagai anaknya, namun apakah kita pernah memikirkan kebahagiaan ayah kita?

Teruntuk,

Ayahku.
Pahlawanku.
Panutanku.

[disadur dari berbagai sumber – Ari Mogi – http://blog.cybermogi.net]

:: Tentang Cinta ::

Just wanna share…

Di hadapan orang yang kau cintai,
musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah.
Di hadapan orang yang kau sukai,
musim dingin tetap saja musim dingin, hanya suasananya lebih indah sedikit.

Di hadapan orang yang kau cintai,
jantungmu tiba-tiba berdetak lebih cepat.
Di hadapan orang yang kau sukai,
kau hanya merasa senang dan gembira saja.

Apabila engkau melihat mata orang yang kau cintai,
matamu berkaca-kaca.
Apabila engkau melihat mata orang yang kau sukai,
engkau hanya tersenyum saja.

Di hadapan orang yang kau cintai,
kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam.
Di hadapan orang yang kau sukai,
kata-kata hanya keluar dari pikiran saja.

Jika orang yang kau cintai menangis,
engkau pun akan ikut menangis di sisinya
Jika orang yang kau sukai menangis,
engkau hanya menghibur saja.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata sedangkan rasa suka dimulai dari telinga,
jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga.
Tapi kau tak bisa menutup matamu sebab apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai,
cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal di hatimu dalam jarak waktu
yang cukup lama.

Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta, ada perasaan yang lebih mendalam,
yaitu rasa sayang, rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta, rasa yang tidak mudah berubah.
Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi.
Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.
Cinta ingin memiliki, tetapi sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia.
walaupun akhirnya harus kehilangan.

Untuk semua orang yang memiliki cinta…

[diambil dari berbagai sumber di Internet]
[Ari Mogi – http://www.cybermogi.net]